Ringkasan Cepat:
- Siswa SMP Negeri 15 Palembang dipulangkan kurang dari dua jam setelah masuk sekolah, Selasa (20/10/2026), saat ISPU kota dilaporkan 513 (kategori berbahaya), menurut CNN Indonesia.
- Jarak pandang di pusat kota hanya sekitar 20 meter, dan Jembatan Ampera nyaris tak terlihat.
- Asap kembali menebal beberapa hari setelah operasi modifikasi cuaca dengan dry ice.
Palembang, 20 Oktober 2026 — Warga Palembang merana, asap karhutla pekat paksa siswa dipulangkan. Siswa SMP Negeri 15 Palembang di Seberang Ulu I terpaksa pulang kurang dari dua jam setelah masuk sekolah pada Selasa pagi. Saat itu ISPU kota dilaporkan 513, kategori berbahaya, meski operasi modifikasi cuaca dengan dry ice sudah berjalan.
Mengapa Ini Penting?

Kabut asap tidak lagi hanya soal kualitas udara. Ia mengganggu sekolah, pekerjaan harian, dan kesehatan anak-anak sekaligus. Itulah sebabnya kejadian di Palembang ini masuk daftar masalah sosial, bukan sekadar urusan cuaca.
CNN Indonesia melaporkan bahwa sekolah di Jalan A Yani itu sempat menggelar belajar mengajar seperti biasa. Setelah pengumuman pulang, para orang tua menjemput anak-anak mereka.
Salah satu wali murid, Junaidi, menyebut kabut asap hari itu “sangat pekat”. Warga dan wali murid berharap pemerintah meliburkan sekolah bila ISPU sudah di atas 500.
Kami pernah mengulas bagaimana polusi sosial bisa sama merusaknya dengan asap. Kasus Palembang menunjukkan kedua masalah itu kini bertemu di satu kota.
Apa yang Terjadi di Lapangan

Menurut CNN Indonesia, asap kembali menebal pada Selasa pagi. Jembatan Ampera, ikon kota, hilang ditelan kabut. Jarak pandang di pusat kota hanya 20 meter.
Kabut itu berbau sangit dan menutupi Sungai Musi. Warga yang melintas mengeluhkan mata perih dan napas sesak sejak pagi.
Dampaknya paling terasa bagi pekerja harian. Seorang penarik becak, Horijon, mengaku penghasilannya turun drastis. Ia menyebut dalam sehari hanya mendapat sekitar 15 ribu rupiah.
Sumber asapnya sudah beberapa kali dilaporkan. RRI Palembang pada 1 Oktober 2026 menulis bahwa asap diduga berasal dari karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). BMKG mencatat angin berhembus dari timur ke tenggara, sehingga asap bergerak menuju Palembang.
Menurut RRI, pemadaman saat itu berlangsung di Cengal, Tulung Selapan, dan Riding.
Dry Ice Sudah Disebar, Asap Tetap Pekat

Pemerintah menggelar operasi modifikasi cuaca dengan dry ice. Info Sumsel mencatat, Palembang dan OKI menjadi lokasi uji coba pada 14 Oktober 2026.
Sehari kemudian, warga justru mengeluh udara lebih parah. Seorang guru di Palembang, Nia, menyebut asap di jalan menuju sekolah lebih tebal dari biasanya.
IDN Times melaporkan bahwa asap tebal kembali menyelimuti Palembang pada 20 Oktober, lima hari setelah penaburan dry ice. Konsentrasi PM2.5 sempat mencapai 356 mikrogram per meter kubik, sementara karhutla di OKI masih terjadi.
Catatan penting: ISPU (513) dan PM2.5 (356 µg/m³) adalah dua ukuran berbeda. Keduanya tidak bisa dibandingkan langsung. Belum ada data resmi yang kami temukan untuk menilai efektivitas dry ice secara menyeluruh. Karena itu, kami tidak menyimpulkan metode ini gagal atau berhasil.
Dampak ke Warga dan Pendidikan

Sekolah adalah korban yang paling kasatmata. Kompas.id (19/10/2026) mencatat Wali Kota Palembang memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sejak 9 September 2026. Palembang dan Palangka Raya disebut sudah menjalani PJJ lebih dari sebulan secara tentatif.
PJJ tidak merata manfaatnya. Kompas.id menceritakan seorang siswa SMP Negeri 48 Palembang yang tetap ke sekolah karena tidak punya ponsel pintar atau laptop. Wakil Ketua Komisi X DPR, Kurniasih Mufidayati, mengingatkan risiko learning loss bagi murid terdampak karhutla.
Di Palembang sendiri, praktiknya beragam. Info Sumsel mengutip seorang guru yang sekolahnya menerapkan sistem bergantian antara WFH dan masuk sekolah. Status tatap muka di SMP Negeri 15 pada 20 Oktober belum kami temukan penjelasan resminya.
Masalah ini menyentuh pertanyaan lama tentang kesiapan sistem pendidikan menghadapi krisis. Anak yang punya gawai tetap belajar, yang tidak punya tertinggal. Ketimpangan semacam ini termasuk dalam daftar masalah sosial di Indonesia yang kami pantau.
Tekanan juga datang dari mahasiswa. Sebuah tulisan di Kompasiana (14/10/2026) melaporkan aksi “Sumsel Darurat Berasap” di Kantor Gubernur Sumatera Selatan pada 5 dan 6 Oktober. Menurut tulisan itu, tuntutannya mencakup tanggung jawab penanganan karhutla, pendidikan yang terhambat, kesehatan warga, dan transparansi dana bantuan Rp100 miliar. Tulisan itu berupa kiriman warga, jadi angka dan klaimnya belum kami verifikasi dari sumber resmi.
Kronologi Peristiwa

| Waktu | Kejadian | Sumber |
| 9 Sep 2026 | PJJ mulai diberlakukan di Palembang akibat asap karhutla | Kompas.id |
| 1 Okt 2026 | Asap dari karhutla OKI menyelimuti Palembang; udara masuk kategori berbahaya | RRI |
| 5–6 Okt 2026 | Mahasiswa menggelar aksi “Sumsel Darurat Berasap” di Kantor Gubernur | Kompasiana |
| 7 Okt 2026 | BNPB mencatat 354 titik panas berkepercayaan tinggi | CNBC Indonesia |
| 14 Okt 2026 | Uji coba dry ice di Palembang dan OKI | Info Sumsel |
| 15 Okt 2026 | Warga mengeluh asap pagi lebih parah dari hari sebelumnya | Info Sumsel |
| 20 Okt 2026 | Siswa SMP Negeri 15 dipulangkan; ISPU 513; PM2.5 sempat 356 µg/m³ | CNN Indonesia, IDN Times |
Apa Selanjutnya?
Dari hasil penelusuran kami, belum ada keputusan resmi baru soal peliburan sekolah berdasarkan ambang ISPU. Warga baru sebatas berharap kebijakan itu diambil. Kami akan memperbarui artikel ini bila ada pernyataan dari pemerintah daerah atau dinas pendidikan.
Selama karhutla di OKI belum padam, arah angin tetap menentukan seberapa tebal asap menyentuh Palembang. Pantau data ISPU dan informasi BMKG sebelum memutuskan aktivitas anak di luar ruangan.
Di sisi lain, ada kerja jangka panjang yang tak bisa menunggu. Sejumlah komunitas muda sudah bergerak, seperti yang kami tulis dalam gerakan anak muda peduli lingkungan. Skalanya kecil dibanding kebakaran lahan, tetapi kesadaran publik dimulai dari sana.
FAQ
Berapa ISPU Palembang saat siswa dipulangkan?
CNN Indonesia melaporkan ISPU Palembang mencapai 513 pada Selasa, 20 Oktober 2026, kategori berbahaya.
Apakah dry ice berhasil mengurangi asap?
Belum ada penilaian resmi yang kami temukan. Operasi diuji pada 14 Oktober, tetapi asap tebal kembali dilaporkan pada 20 Oktober.
Apakah sekolah di Palembang diliburkan?
PJJ diberlakukan sejak 9 September 2026, menurut Kompas.id. Pelaksanaannya di lapangan bervariasi, dan SMP Negeri 15 sempat menggelar belajar seperti biasa sebelum siswa dipulangkan.
Artikel ini disusun redaksi semdinlihaber berdasarkan laporan CNN Indonesia, IDN Times, RRI, Info Sumsel, Kompas.id, CNBC Indonesia, dan Kompasiana per 20 Oktober 2026.
Sumber rujukan:
